"DUA"

Bernafaslah wahai jiwa
Masuklah disetiap liang rongga 
katakanlah yang jiwamu tersiksa
menanti dua terpacak di depan mata

Menunggu. Sabar menanti dua
Mencari. Mana jalan untuk bersua 

Pucuk menjadi daun hijau
Daun hijau itu bertukar kering dan luruh ke bumi
Jiwa meronta memberontak menunggu
Mahukan dua sebati di hati

Sang jiwa merayu pada malam nan sepi
Menangis tersedu tiada siapa peduli
Muncul tidak tiada kecewa
Namun harapan setinggi langit DIA

Pengharapan membawa seribu erti
Dua muncul tanpa lama disakiti
kecap bahagia seperti jiwa-jiwa yang lain
Mohon sampai ke nafas terakhir.

No comments: